Kesultanan Ternate, didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada 1257, adalah salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara.
Lihat Selengkapnya
Museum Kedaton Kesultanan Ternate berdiri anggun di atas Bukit Limau Jore-jore.
Lihat Selengkapnya
Museum Rempah ini didirikan khusus untuk merangkum narasi besar komoditas cengkih dan pala.
Lihat Selengkapnya
Benteng peninggalan VOC tahun 1607 yang menjadi pusat perdagangan cengkih.
Lihat Selengkapnya
Benteng peninggalan Portugis 1540. berakar dari persaingan berdarah.
Lihat Selengkapnya
Kisah nyata Benteng Kota Naka atau nama resminya Benteng Sentosa.
Lihat Selengkapnya
Sampai saat ini, tidak ada satu pun angka tahun pasti (valid) yang disepakati oleh para sejarawan mengenai kapan pertama kali Masjid Sultan Ternate (Sigi Lamo)
Lihat Selengkapnya
Kisah nyata tentang Masjid Sigi Cim adalah bagian dari sejarah penting tata kota relasional dan multikultural di Kesultanan Ternate.
Lihat Selengkapnya
Masjid sigi heku adalah salah satu masjid bersejarah sekaligus cagar budaya tertua di Kota Ternate,dibangun pertama kali pada tahun 1690.
Lihat Selengkapnya
Fere Kie adalah ritual adat mendaki Gunung Gamalama yang sakral bagi masyarakat adat Kesultanan Ternate di Maluku Utara.
Lihat Selengkapnya
Ternate dari Abad ke-13 (tahun 1200-an) adalah era awal berdirinya Ternate di bawah pimpinan Kolano Baab Mashur Malamo pada tahun 1257.
Lihat Selengkapnya
Hukum Adat Ternate pada abad ke-13 Ternate berubah dari klan-klan suku terpisah menjadi satu kesatuan pemerintahan yang teratur.
Lihat Selengkapnya
Ngogu Adat merupakan cerminan simbolis dari struktur tubuh manusia dan tatanan sosial masyarakat Ternate.
Lihat Selengkapnya
awal terjadinya Tuala Lipa berkaitan erat dengan fondasi berdirinya Kesultanan Ternate pada abad ke-13, tepatnya sejak masa kepemimpinan raja pertama, Baab Mashur Malamo.
Lihat Selengkapnya
Tuala Budo (atau Tuala Bubudo) pada dasarnya adalah hak mutlak dan identitas utama dari Golongan Jou (Sultan, keluarga inti, dan keturunannya yang disebut Jo Ngofa) serta Golongan Dano (para bangsawan/kerabat kerajaan)
Lihat Selengkapnya
Tarian Legu Kadaton ini hanya bisa dipentaskan dilinkungan kadaton pada saat pelatikan sultan.
Lihat Selengkapnya
Tarian Legu Salai adalah warisan luhur Kesultanan Ternate yang mengandung nilai filosofi mendalam tentang adab, hormat, dan kemanusiaan.
Lihat Selengkapnya
Bahasa Ternate adalah bahasa Melayu-Polinesia yang dituturkan di Kesultanan Ternate.
Lihat Selengkapnya