Foto Ngogu Adat Ternate

Aturan adat Kesultanan Ternate (Adat se Atorang) membagi hak pemakaian penutup kepala ini secara sangat ketat berdasarkan stratifikasi sosial. Kisah logis penempatannya pada abad ke-13 adalah sebagai berikut:

Penanda Darah Biru (Bangsawan) sejak Abad ke-13 Sejak Kerajaan Gapi didirikan tahun 1257 M oleh Baab Mashur Malamo, pembagian kelas sosial langsung diberlakukan untuk menjaga wibawa kepemimpinan.

Kain putih yang dilipat menjadi Tuala Budo hanya boleh bertengger di kepala keturunan langsung sang raja (Jo Ngofa) dan para Dano (cucu raja atau anak dari putri raja yang menikah dengan luar istana).

Bagi masyarakat biasa (Kautil) atau prajurit, mengenakan Tuala Budo secara sembarangan di lingkungan kedaton pada masa itu dianggap sebagai pelanggaran adat berat karena "menyamai kedudukan para putra raja".

Fungsi Filosofis Bagi Jo Ngofa dan Dano

Mengapa para Jo Ngofa (putra/putri raja) dan Dano wajib memakai warna putih?

Simbol Penjaga Amanah: Warna putih polos mengingatkan para penerus takhta bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka membawa tanggung jawab besar untuk memimpin rakyat dengan hati yang bersih, jujur, dan tanpa noda keserakahan. Pembeda di Forum Adat: Saat Kolano (Raja) mengumpulkan para kepala suku (Momole) atau dalam pertemuan penting, Tuala Budo langsung menjadi penanda visual bagi semua orang untuk mengenali siapa saja yang merupakan keluarga inti istana.

Pergeseran di Masa Depan (Pasca-Masuknya Islam)

Aturan dasar abad ke-13 ini sangat konsisten. Namun, seiring berjalannya waktu setelah kerajaan berubah menjadi kesultanan Islam (pasca-abad ke-15), Sultan atas izin adat memberikan pengecualian khusus: Tuala Budo boleh dipakaikan kepada Bobato Akhirat (Imam, Khatib, dan para ulama kesultanan). Meskipun para ulama tersebut belum tentu berdarah biru, mereka diberikan hak memakai Tuala Budo karena jabatan keagamaan mereka dinilai suci dan sakral, sejajar dengan kesucian batin para bangsawan penjaga adat. Jadi, koreksi Anda sangat tepat. Secara silsilah adat asli dari abad ke-13, Tuala Budo adalah mahkota kain khusus milik Golongan Jou (Jo Ngofa) dan Golongan Dano.

© 2026 Dinas Kebudayaan Kota Ternate